Pesan KH. Heru Saiful Anwar, MA

PESAN, NASEHAT DAN HARAPAN BUAT SANTRI KAMI KELAS VI

PONDOK PESANTREN “WALI SONGO” NGABAR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pertemuan ini sungguh sangat mengharukan bagi kami, memberi kenangan yang mendalam. Bagaimana tidak akan terharu, anak-anakku telah hidup di Pondok Pesantren “Wali Songo” bersama kami selama 4, 5, 6, 7, bahkan mungkin ada yang semenjak MI berarti telah 12 tahun di PPWS. Masa yang cukup lama dalam sejarah hidup manusia. Selama ini anak-anakku bertekun, taat, patuh, disiplin, bergaul dan berkecimpung dan suatu lapangan dan naungan PPWS.

Dalam suasana haru inilah saya harus memberikan kata perpisahan, pesan dan nasehat.

Telah banyak kata-kata yang kulepaskan, nasehat-nasehat yang kuberikan, anjuran-anjuran yang kusampaikan, tuntunan untuk diamalkan, dan petunjuk-petunjuk untuk pedoman.

Telah banyak air yang kamu minum selama di PPWS, suara-suara yang telah kamu dengar, suasana yang telah kamu alami, contoh-contoh yang telah kamu lihat dan pimpinan yang telah kamu rasakan.

Rasanya tak banyak lagi yang perlu saya katakana disini, sebagai bekal hidup untuk menghadapi masa depanmu. Hanya sebagai kesyukuran dan kasih selamat, dan sebagai rasa cinta suci kami kepada kalian sehingga menimbulkan cemburu, maka ku sampaikan juga pesan-pesan ini.

Anak-anak yang ku cintai,

Buatlah suatu catatan sejarah hidupmu…!!!

Bosankah anak-anakku di PPWS? Kami tidak bosan, kalian adalah anak kami sendidi di Wali Songo, bukan orang lain. Sungguhpun anak-anakku tak nampak dalam pandangan kami sehari-hari, anak-anakku telah jauh pergi, namun pada hakekatnya itu hanya lahiriah saja. Dalam hati sungguh anak-anakku tak kami lupakan.

“selama rasa cinta mencintai telah mendalam dalam hati, kita dapat berbicara sehari-hari”.

Kenalilah dirimu, jangan aksi dulu, harus tahu ukuran diri, jangan gila jadi mahasiswa atau asal mahasiswa, jangan merasa ada uang, mudah memilih perguruan tinggi mana saja didalam dan diluar negeri.

Anak-anakku yang saya cintai,

Kamu benar-benar berharga, betapa banyak kawan-kawanmu yang tidak sampai batas, dengan sebab yang berbeda-beda. Kami menghargai mereka yang setahun atau dua tahun disini. Namun kami sangat menghargai dan ikut bersyukur atas sampainya batas kelas akhir.

“Kamu betul-betul berharga, hargailah dirimu tapi jangan minta dihargai, menghargai diri berarti tidak mengotori diri sendiri dengan sesuatu yang rendah, atau remeh yang tidak berarti/berisi (seperti pakaian, sikap, akhlak, dll)”

Anak-anakku yang saya cintai,

  • Cintailah ilmu lillahi ta’ala, bukan karena gaji, bukan karena jabatan. Kalau kamu mencintai ilmu, maka ilmu yang wajib dicintai ikut akan menemanimu seumur hidupmu, dimana pun kamu berada.
  • Janganlah ijazah dan surat keterangan yang berupa kertas itu menjadi tujuan hidupmu.
  • Ilmu, pribadi dan kecakapan dalam masyarakat akan memberikan buah yang berharga dan dihargai.
  • Kenyataan hasil ilmu, pribadi dan kecakapanmu yang berguna bagi masyarakat itulah yang sebenar-benarnya ijazah dan surat keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan di dunia dan di akhirat nanti.
  • Kamu bergerak, tumbuh dan berkembang. Inilah fitrah, diam berarti pasif, banyak orang yang berhasil yang tidak tamat SD, Edison hanya beberapa saat di Sekolah Dasar, Hamka, Ronggowarsito, dll. Sebaliknya, banyak orang yang berijazah S1, S2, dll nganggur, bahkan jumlahnya ribuan.
  • Bukan hanya duduk diperguruan tinggi saja ilmu bertambah, kamu mengajar, ilmumu pun bertambah. Duduk dalam majlis ta’lim, disurau-surau kecil, dikenduri-kenduri, ilmu bertambah, dan melihat kehidupan pun ilmu bertambah.

فَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا…

Anak-anakku yang saya cintai,

Jangan pilih-pilih waktu yang tepat untuk beramal, di kampung, di desa, di kota, di pegunungan dan dimana ada makhluk yang mendiaminya, disanalah kalian beramal. Ingatlah…!!!

 “Sebesar kepayahan dan kesungguhan hatimu, sebesar itu pulalah keuntunganmu. Kalau suka berlelah-lelah, yang sukar dan payahpun menjadi mudah”.

Anak-anakku yang saya cintai,

Kemanakah tujuanmu setelah dari pondok, dalam hal ini kami merasa ikut bertanggungjawab untuk memberikan pertimbangan-pertimbangan.

–          Diantara anak-anak ada yang ingin menyerbu masyarakat, ini tujuan yang paling utama yang sangat kami setujui, dapat berguna dan berjasa bagi masyarakat. Untuk melaksanakan itu semua, hendaknya tetap bijaksana, Jangan berkecil hati, tahu diri dan empan papan.

–          Masyarakat ini yang selurus-lurusnya jalan, karena dari sana engkau berasal dan kepadanya engkau kembali, demi untuk menegakkan kalimat Allah swt, membimbing ummat yang menghajatkan ke jalan yang diridloi Allah swt.

–          Ingatlah nak… Allah hanya akan melihat dari apa yang engkau lakukan, bukan siapa engkau, keturunan siapa engkau, anaknya pejabat, orang terhormat, atau rakyat biasa, itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah apa yang kau bisa perbuat untuk ummat.

خير النّاس أنفعهم للنّاس

Artinya : sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfa’at bagi manusia lain. al-hadist.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

–          Artinya: Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu……(QS. At-Taubah:105)

إنّ الله لاينظر إلى أحسابكم ولآ إلى أنسابكم ولآ إلى أجسادكم ولآ إلى أموالكم ولكن ينظرإلى قلوبكم وأعمالكم. فمن كان له قلب صالح تحنن الله عليه, إنّما أنتم بني آدم وأحباءكم إلى الله أتقاكم…

 (Sesungguhnya Allah tidak melihat kehormatan kalian, keturunan kalian, fisik kalian, dan harta kalian. Namun Allah melihat kepada hati kalian dan perbuatan kalian, maka barang siapa memiliki hati yang baik, niscaya Allah akan menyayanginya. Dan kalian adalah anak keturunan adam dan yang paling dicintai oleh Allah ialah yang paling bertaqwa diantara kalian)” al-hadist

–          Ingin ke pondok pesantren lain, bersiaplah tawadlu’, hadist nabi:

ماتواضع أحدإلّارفعه الله…

–           Ingin ke perguruan tinggi silahkan, tapi jangan salah niat, bacalah yang sebanyak-banyaknya bacaan, pilihlah buku-buku yang baik, bukan asal baca literature islam, Buku bisa jadi racun dan bisa jadi petunjuk.

–          Ingin ke luar negeri silahkan.

Anak-anakku yang saya cintai,

Hari ini anak-anakku akan jadi alumni, jangan sampai seperti kuda lepas dari kandangnya, berbuat sesuatu yang justru mengotori kehormatanmu. Ingin membantu pondok?. Pertama-tama, tunjukkan sikap dan budi pekerti yang mulia yang diajarkan oleh pondok ini (sikap, cara berpakaian, pembicaraan yang baik, jagalah…). Kedua, hidupmu bermanfa’at bagi sesama, maka engkau telah membantu pondok.  Bila melanjutkan ke perguruan tinggi, dan engkau berhasil meraih sarjana serta ilmumu bermanfa’at dan berkah, maka engkau telah membantu pondok. Engkau selalu memberikan informasi-informasi baik tentang pondokmu, guru-gurumu dan pimpinanmu selama di pondok, maka engkau pun telah membantu pondok.

Anak-anakku yang saya cintai,

Kini sudah saatnya kita berpisah, tidak ada lagi kata istaiqidz yaa akhi, ista’milna khimar, nadzif ghurfatak…….

Kini anak-anakku, kurelakan untuk berjalan, dan ku ikhlaskan engkau pergi, semoga engkau mendapat tuntunan iman dan petunjuk Allah swt Yang Maha Suci.

Berjalanlah anak-anakku ke jalan idaman….sebarlah benih ditangan, Tuhan Allah menyertaimu…Tunjukkan bhaktimu pada ummat.

Perlihatkanlah dharmamu kepada masyarakat, meskipun hanya menjadi guru ngaji di langgar kecil, ganjarannya mungkin melebihi pembesar Negara.

“ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI AKAN MEMBERI RAHMAT”

Selamat jalan anak-anakku…

Selamat jalan para pahlawan dan pejuang…

Ya Allah lindungilah mereka…

Kepada Bapak-Ibu wali murid, inilah yang dapat kami didikkan kepada putra-putri Bapak, Pondok bukanlah malaikat, sebesar kesungguhan Bapak dalam mendo’akan dan membantu kami, pondok dan putra-putri Bapak, maka sebesar itu pula yang Bapak-Ibu dapati. Kami serahkan putra putri Bapak-Ibu kembali, dengan harapan agar diteruskan pendidikan yang telah kami berikan kepada mereka. Jangan bosan-bosan untuk mendo’akan kami, pondok, guru-guru, santri-satri dan semua yang berjuang di pondok.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ngabar, 19 Juni 2011 M

Ayah dan Gurumu,

Ust. KH. Heru Saiful Anwar, MA

{Tulisan ini saya kutip dari Pesan, Nasehat dan Harapan Pimpinan Pondok dalam acara “Khutbatul Ikhtitam” Santri Akhir Alumni ke-45 pada hari Sabtu, 18 Juni 2011 di Gedung Auditorium Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo}

Advertisements
Categories: Pondokku | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: