Pesan KH. Muh. Ihsan, M.Ag

TAUSIYAH TAZWIDIYAH PIMPINAN PONDOK

PADA KHUTBATUL IKHTITAM SANTRI KELAS VI ALUMNI 45

PADA KESYUKURAN MILAD SETENGAH ABAD

PONDOK PESANTREN “WALI SONGO” NGABAR PONOROGO

Oleh: Drs. KH. Mohammad Ihsan, M.Ag.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا◌ وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا◌

Artinya:

Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku◌Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku [898] sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, ◌(QS. Maryam:4-5)

 

[898] yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali ialah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya sepeninggalnya. Yang dikhawatirkan  Zakaria ialah  kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorangpun diantara mereka yang dapat dipercayai, oleh sebab itu dia meminta dianugerahi seorang anak.

        I.            Anak-anakku….

Ingatlah…!!!

“Pandai-pandailah bersyukur, kerena buah syukur itu subur-makmur, dan buah kufur itu hancur-lebur”.

Banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah SWT, apa yang kalian cita-citakan bersama orang tua untuk bisa selesai belajar di PPWS benar-benar tercapai, mudah-mudahan nikmat ini senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Syukurilah, karena suwaktu kalian dulu kesini pertama kalli bisa apa dan sekarang bisa apa, dulu punya apa dan sekarang punya apa, dulu seperti apa dan sekarang seperti apa. Paling tidak kalian sedah selamat melewati masa kritis puberitas dan gejolak berbagai kemaksiatan masa remaja.

Ingat dan renungkan selama 4/6 tahun ini, teman hidup sekamarmu, teman tidur sebantalmu, teman makan sepiringmu, atau teman belajar sebangkumu dulu. Saat ini, dimalam yang indah sekarang ini tidak semua mereka masih setia disampingmu mensyukuri nikmat yang besar ini, mereka telah lebih dulu gagal mencapai cita-cita ini. Maka berterima kasihlah dan terus berbakti kepada orang tua, dan bersyukurlah kepada Allah SWT.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS. Ibrahim : 7)

 

      II.            Abnaayy wabanaatyy…

Ingatlah…!!!

  • Jadilah pemberi jasa dan bukan peminta jasa
  • Jadilah orang yang suka berkorban dan jangan menjadi orang yang suka dikorbankan.

Meraih predikat Alumni tamatan PPWS itu adalah sulit, tetapi yang lebih sulit adalah mempertahankan dan menjaga nama baiknya, merealisasikan ikrar yang telah kalian ucapkan. Nama baik alumni adalah nama baik Lembaga Pesantren ini, eksistensi alumni di masyarakat adalah eksistensi lembaga ini, keberhasilan alumni di masyarakat adalah keberhasilan pesantren ini juga. Dan naudzubillah min dzalik kegagalan, kebobrokan alumni di masyarakat akan mencoreng nama baik lembaga.

  • Imbal balik santri alumni kepada kyai, ustadz yang paling besar adalah mengembangkan dan mengamalkan ilmunya.
  • Pengabdian alumni kepada pondok yang paling besar adalah mengikrarkan kesholehannya di lingkungan dimana ia berada.
  • Bantuan Santri Alumni kepada Pesantren yang paling besar adalah ketulusan dalam mendo’akannya.

Jalan menuju alumni sangatlah panjang, berliku, terjal, dan banyak gangguan yang menghadangnya.

Sebagai Alumni di ulang tahun emas PPWS ini, kami berharap hati, akal dan perilaku kalian benar-benar emas murni, berusaha siap dan sanggup menjadi berlian soko gurune masyarakat, lentera yang menyinari lingkungan dimanapun kalian berada, memberikan manfa’at kepada ummat menjadi manusia yang paling baik.

    III.            Anak-anakku…

Ingatlah…!!!

“Tidak harus kuliah, tapi terus belajar dan jangan nganggur…”

Kuliah adalah bukan satu-satunya sarana meningkatkan diri, ia hanya salah satu dari sekian sarana. Banyak orang sukses tanpa melalui kuliah, kuliahlah denngan berbagai pertimbangan dan persetujuan orang tua, mununda kuliah karena harus mengabdi kepada masyarakat terlebih dahulu adalah mulia.

Andaikata harus kuliah, maka kuliahlah di Universitas al-Islam al-Iman at-Taqwa, Fakultas al-Akhlaqu-l-karimah.

  • Lebih dari 1600 perguruan tinggi di Indonesia ini, yang cocok bagi kalian tidak membahayakan aqidah, mampu menjaga moral, mampu mengembangkan fikir dan dzikir kalian, hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja.
  • Kalau salah memilih perguruan tinggi akan meracuni apa yang selama ini kalian raih dan dapatkan.

Maka, berhati-hatilah…!!!

Senjata, jurus-jurus, puluhan pelajaran, agama, al-Qur’an, tafsir, hadist, fiqih syari’ah, bahasa Arab, mahfudzot, bahasa Inggris, IPA, IPS dan sekian banyak ilmu kemasyarakatan yang kami berikan selama 4/6 tahun ini sudah cukup menjadi pegangan hidup di masyarakat.

Ingatlah…”You have complete gun”, masalahnya tinggallah “The Man behind the gun”. Mengasah, mempertajam, mengembangkan dan mengoperasikannya.

Namun:

  1. Tetaplah tawadhu’ dan jangan sombong,
  2. Tetap ramah dan jangan angkuh, dan
  3. Tetap ikhlas dan jangan pamrih.

 

   IV.            Anak-anakku…

Ingatlah…!!!

“Berjuanglah…, karena generasi mandul adalah generasi yang tidak mampu meneruskan perjuangan pendahulunya”

Diusianya yang senja yang seharusnya menikmati sisa-sisa hidupnya, Nabi Zakaria mengalami kegelisahan yang luar biasa, menangis, meronta, meminta kepada Sang Maha Pencipta. Nabi Zakaria bukan hanya karena tidak punya anak, tidak punya keturunan, akan tetapi disamping belum diberikan anak, belum diberikan keturunan, tidak ada generasi yang dipandang mampu meneruskan perjuangannya, karena kebobrokan mental generasi muda pada waktu itu. Tidak adanya mawali yang mampu melanjutkan dan mengurus urusan kelak sepeninggalnya.

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا

Tapi beliau tak pernah putus asa untuk berusaha dan berdo’a

  • Sebagaimana Nabi Zakaria, tentunya para orang tua dan pemerhati pendidikan sekarang ini merasa hal yang sama. Bagaimana tidak, generasi bangsa kita sudah pada taraf yang memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
  • Bagaimana mereka mau mewarisi perjuangan, sementara mereka tidak pernah belajar berjuang. Mereka tidak peduli dengan perjuangan, bahkan terbuai sebagai pendukung perjuangan syetan, menuruti hawa nafsyu, mencari kesenangan sesaat, merugi hidup di dunia dan akhirat.
  • Menurut penelitian WHO, setiap tahunnya terdapat 50.000 manusia dari 250 juta manusia Indonesia melakukan percobaan bunuh diri dengan berbagai sebab.
  • Data BKKBN 2011, aborsi di Indonesia mencapai 2.500.000 jiwa, sekian persennya dilakukan oleh generasi muda, dan menurut WHO, 10 % dari aborsi dunia terjadi di Indonesia.
  • Penyakit lemah mental yang kronis adalah:
  1. Drop kejujuran,
  2. Hiper kemaksiatan,
  3. Telikung Teknologi dan Informatika (TTI),
  4. Loyo aqidah dan ibadah, dan
  5. Rendah kepribadian.

Kalau bukan kalian yang menjadi mawali yang akan mengatasi permasalahan tersebut diatas, lalu siapa lagi.

     V.            Anak-anakku…

Ingatlah…!!!

“Sekali santri tetap santri, kecuali meningkat menjadi kyai dan jangan pernah menjadi mantan santri…”

Jadilah santri yang sejati (seperti kayu jati), semakin panjang umurnya, maka semakin bagus kwalitasnya.  Santri itu potret manusia yang bertaqwa, karena itu pertahankan predikat santri muttaqien ini.

Alumni santri harus menjadi agen pelestarian tradisi pesantren, maka sunnah-sunnah pondok ini amalkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kalian.

  • Bangun pagi,
  • Shalat berjama’ah, shalat dhuha, shalat tahajjud,
  • Membaca, menghafal dan mempelajari al-Qur’an,
  • Puasa sunnah senin dan kamis,
  • Berda’wah, bermuhadloroh, bermusyawarah,
  • Tawadhu’, ihtirom, ikhlas, sederhana, itho’ah, ukhuwah, ta’awuniyah, dll.

Budayakan dan tradisikan…!!!

  • Jangan pernah lepas jilbabmu, Jangan pernah lepas jilbabmu, Jangan pernah lepas jilbabmu…
  • Jangan pernah lupakan pondokmu…
  • Jangan pernah sakiti orang tuamu…
  • Jangan pernah kecewakan fansmu/ pengagummu…
  • Jangan pernah pisahkan keagungan Allah dari kehidupanmu…

 

   VI.            Anak-anakku…

Ingatlah…!!!

“Saling membantu itu adalah kekuatan yang luar biasa, saling mendoakan itu adalah kebersamaan yang sesungguhnya…”

Saya do’akan kalian sukses meraih cita-cita, sukses mewujudkan harapan orang tua, ilmu yang kami berikan manfa’at dan barokah, pada saatnya kalian segera mendapatkan jodoh dapat suami-istri yang sholeh-sholehah.

Do’akan kami, do’akan guru-gurumu, do’akan pondokmu, semoga semakin maju dan jaya, amanah dan sejahtera sampai akhir masa.

Ternyata…

  • Yang paling singkat itu adalah waktu,
  • Yang paling sulit itu adalah ikhlas,
  • Yang paling gampang itu adalah berbuat dosa, dan
  • Yang paling indah itu adalah saling memaafkan.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

LAGU HYMNE PPWS

Bahagia-bahagia PP Wali Songo

Gerak maju dan sentosa karena Yang Esa

Putra putrid mengabdi dengan ikhlas hati

Hiduplah hiduplah PP Wali Songo

 

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

{Tulisan ini saya kutip dari Pesan, Nasehat dan Harapan Pimpinan Pondok dalam acara “Khutbatul Ikhtitam” Santri Akhir Alumni ke-45 pada hari Sabtu, 18 Juni 2011 di Gedung Auditorium Pondok Pesantren “Wali Songo” Ngabar Ponorogo}

 

Advertisements
Categories: Pondokku | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: